Halloween Costume ideas 2015

SD NEGERI 1 ASEMRUDUNG

Latest Post
Administrasi Akreditasi Aplikasi Buku Download Download Master-IPKKS- KS - Excel Download Sasaran-Guru-Pendampingan-Gugus DOWNLOAD SK KEGIATAN MOS Download SK Pemeriksaan Buku Download Soal Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) Untuk SMA/Sederajad Download Tutorial tombol download di blog Download.- RKAS-SDN-1-Asem-2014_2015.xls DOWNOAD APLIKASI - USULAN PAK TAHUNAN KOMPLIT E-Billing Pajak-Cara Praktis Bayar Pajak Online EDS SD-SMP-SMA-SMK Lengkap RKS-RKAS Regulasi Revisi Evaluasi Diri (Evadir) - Dilengkapi Dengan Pedomannya FORMAT ADMINISTRASI GURU KELAS SD Format Blangko Ijazah Pada Satuan Pendidikan Dasar & Menengah Tahun 2015/2016 Format Buku Raport Kurikulum 2013 Format Ceklis E-File Tahun 2016 FORMAT EVALUASI DIRI FORMAT EXEL [EVADIR] Format Excel Laporan Bulanan PAUDI/TK - SD/MI Format Ijazah dan SHUN Semua Jenjang Sekolah Tahun 2016 - Resmi Kemendikbud Format Monitoring Administrasi Ujian SD/MI/SDLB Tahun Pelajaran 2015/2016 Guru Berprestasi : Pedoman Guru SD Guru SD : Unsur-Unsur Belajar Mengajar yang Aktif Guru SMP Berprestasi Tahun 2016 INDEK DESA MEMBANGUN DI SELURUH INDONESIA PERLU DICERMATI Info Guru: Pedoman Sertifikasi Guru 2016 Informasi Pendidikan Jadwal Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2016 Jenis dan Kode Sertifkat Pendidik Guru Pengampu - Mata Pelajaran Judul PTK SD : Kelas 5 Sekolah Dasar - (9 Judul) Judul-Judul PTK Beserta Segala bentuk Perlengkapannya Juknis Bantuan Sekolah Sebagai Taman Pendidikan Juknis Masa Orientasi Siswa (MOS) - Tahun Pelajaran 2016/2017 KALDIK AHUN PELAJARAN 2015/2016 Kalender Bulanan Praktis Excel Karyawan SDN 1 Asemrudung Kelas tinggi dan MBS Kerangka Kerja Perubahan Pengembangan Kurikulum Kisi-Kisi Soal Ulangan Harian Kelas 4 ~ Kurikulum 2013 Kisi-Kisi Ujian Semua Jenjang Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016 Konsep Pengembangan Kurikulum PAUDI-TK-RA Konsideran SK PBM Tahun Pelajaran 2014/2015 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas 3 SD - Kurikulum 2013 KTSP Kumpulan Kode Gambar Animasi Untuk di Pasan KUMPULAN LAGU WAJIB DAN NASIONAL [173 JUDUL] Kumpulan Puisi Tema Pendidikan Kurikulum 2013 Kurikulum SD : Proses Penyusunan Pengembangan Kurikulum KTSP SD LANGKAH-LANGKAH/PROSES PENELITIAN Latihan Soal Ujian Nasional SMP/MTs Lengkap Pembahasannya Lembar Kerja Moda Daring Kombinasi Makalah Manajemen Dapodik PAUDI/TK-RA Lengkap Dengan Path Dapodik 202 Manual_Aplikasi_PAUDNI/TK_DAPODIKDAS 2016 Materi Diklat Daring Kombinasi KK A Kelas Bawah Materi Masa Orientasi Siswa (MOS) SMP/Sederajad ~ Bela Negara Materi Moda Daring Kombinasi Kelompok Kompetensi A Kelas Atas Materi SD : Materi Masa Orientasi Siswa (MOS) Lengkap Dengan Materi Materi SD: Pertanyaan Tingkat Rendah dan Tingkat Tinggi: Materi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia Media Pembelajaran Model Player dan Power Point-Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Mekanisme Praktis Update Aplikasi Dapodik 2016 Metode Jitu Lulus PLPG Tahun 2016 Metode Praktis Mengaktifkan Peserta Didik |Sekolah Dasar Moda Daring Kombinasi Kelompok Kompetensi C - Kelas Atas Lengkap Model dan Sistem Kurikulum Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Model Kuis Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Model Kurikulum SMP-SMPLB dan SMP Terbuka Model-Model Kurikulum Satuan Pendidikan Modul GP Moda Daring Mata Pelajaran Bhs. Indonesia ~ SMP/Sederajad Modul Pembelajaran Guru Kelas Rendah Modul Pembelajaran Guru Sekolah Dasar Kelas Awal ~ Kompetensi B Modul Pembelajaran Kelas Rendah (SD) Modul Pembelajaran Membaca di Kelas rendah Modul PLPG Mata Pelajaran TIK Tahun 2016 PANDUAN KKG/KKKS/MGMP-LENGKAP PROPOSAL & LAPORAN KEGIATANNYA Panduan Pelaksanaan Kurikulum 2013 Lengkap Dengan Presentasinya PANDUAN PENGISIAN e-PUPNS 2015 Panduan Praktis Cara Penilaian KTSP - KK 2013 di Sekolah Dasar Terbaru [diterbitkan Tahun 2015] Panduan Tehnis "PENGISIAN RAPOR DAN BUKU INDUK" [di Sekolah Dasar] PAUDI-TK "Administrasi Pembelajaran Lengkap" PAUDI/TK-RA "Aplikasi Raport Kurikulum 2013" Pedoman Pemilihan Guru SD Berprestasi Pedoman Penyusunan PTK 2016 Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 | Kemendikbud Pelepasan Siswa Pendidikan Berkarakter di Sekolah Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar : Kelas I SD Pengawas SD Berprestasi - Tutor Paket A Berprestasi Penilaian KK 13 Klas 4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 50 Tahun 2015 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI~KD Kurikulum 2013 Permendiknas Nomor: 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah Perpres No. 151 Tahun 2015 tentang Daftar Kenaikan Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kemendikbud Perubahan Model Kurikulum Sekolah Daerah Perbatasan PETUNJUK TEKNIS E-PUPNS Phto Kelas 1 SDN 1 Asemrudung Pos KKG dan MGMP - Lengkap Rambu-Rambunya POS UN Tahun Pelajaran 2016/2017 Lengkap Dengan Kisi-Kisi Serta Kelengkapannya Power Point Guru Bimbingan Konseling (BK) - SMP/MTs Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah Dasar (SD) Program Perpustakaan Sekolah Dasar (SD) Program Tahunan (PROTA) Kurikulum SD KTSP PROPOSAL ALAT TIK PROPOSAL BOSDA TAHUN 2015 Proposal Kantin Sekolah Lengkap Proposal PTK PLPG Kelas Rendah - Kelas Proposal Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2015/2016 Proses Penyusunan Kurikulum KTSP SMP - SMA Proses Verivikasi dan Validasi Data Pembelajaran Dapodik PTK Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA PTK SD : Mata Pelajaran IPA Kelas 6 PTK SD Lengkap Kelas 6 Rangkuman Aplikasi - Penilaian KK 2013 - Update Terbaru | RESEP KUE KU (KUE KURA-KURA) Resume Pembelajaran Kelas IV SD Kurikulum SD KTSP Revisi Kurikulum 2013 RPP Guru Kelas 1 Revisi Silabus Kurikulum 2013 Untuk Sekolah Dasar Riwayat Singkat : RA Kartini - Buku Habis Gelap Terbitlah Terang - Pidato Peringatan RIWAYAT SINGKAT RA KARTINI RPP Al-Qur'an dan Hadist MI Kelas 1-6 Semester Ganjil dan Genap RPP Kelas 1 Semester 2 Kurikulum 2013 RPP Kelas 4 Semester 2 Kurikulum 2013 Revisi 2016 RPP Kelas 4 Tema 6 Sub Tema 1-4 RPP Kelas 4 Tema 8 Sub Tema 1 - 4 Kurikulum 2013 RPP Kurikulum 2013 Kelas 4 Tema 9 Semester 2 RPP Kurikulum 2013 Kelas 4 SMT 2 Khusus Mata Pelajaran Matematika RPP Kurikulum 2013 Kelas I dan IV Setelah Direvisi RPP Mata Pelajaran FIQIH Madrasah Ibtidaiyah [MI] Kelas 1-2-3-4-5- dan Kelas 6 RPP PENJASORKES KELAS 1-6 SD RPP Prakarya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Document RPP SMA Kurikulum 2013 Kelas X ~ XI Semester I~II. Salinan Lampiran Permendikbud No. 64 Tahun 2013 SD Sejarah Singkat Organisasi Profesi PGRI SMP Soal Surat Tutorial

Penjelasan Singkat Permendikbud Nomor 20-21-22-23-24 Tahun 2016

Penjelasan Singkat Permendikbud Nomor 20-21-22-23-24 Tahun 2016 - Dalam upaya standarisasi Pendidikan Nasional, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menerbitkan sejumlah peraturan baru, yaitu Permendikbud Republik Indonesia Nomor 20, 21, 22, dan 23, Tahun 2016 dan Permendikbud RI Nomor 24 Tahun 2016.
Penjelasan Singkat Permendikbud Nomor 20-21-22-23-24 Tahun 2016
Penjelasan Singkat Permendikbud Nomor 20-21-22-23-24 Tahun 2016
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah yang digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Dengan diberlakukanya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah  yang memuat tentang  Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Inti meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Ruang lingkup materi yang spesifik untuk setiap mata pelajaran dirumuskan berdasarkan Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan. Dengan diberlakukanya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang merupakan kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan danPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Keempat peraturan menteri di atas tidak dapat dilepaskan dari adanya upaya revisi Kurikulum 2013 yang saat ini sedang diterapkan di beberapa sekolah sasaran. Dengan kata lain, keempat peraturan menteri di atas pada dasarnya merupakan landasan yuridis bagi penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi.

Namun dengan adanya berbagai masukan serta kritikan dari unsur berbagai pihak, maka akhirnya pada tahun 2018 atau yang kita dengar dengan kurikulum 2013 revisi 2018, maka Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah direvisi menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018...Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

Download juga:
Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019
Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018
Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs
KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi
Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019
Aplikasi LPJ BOS Gratis Tahun 2019
Dengan demikian Permendikbud Nommor 24 Tahun 2016 dicabut dan dinyatakan sudah tidak berlaku kembali. Atau dengan istilah Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

File Download Lengkap:
Permendikbud No 20-21-22-23-24 Kurikulum 2013.rar
Demikian uraian tambahan tentang Penjelasan Singkat Permendikbud Nomor 20-21-22-23-24 Tahun 2016 semoga dengan uraian sekilas ini dapat menjadi tambahan pembelajaran serta tambahan referensi bagi banyak rekan pendidik semua.

Untuk materi Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tunggu posting kami berikutnya.

Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019

Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019 - Langkah awal untuk menjadi peserta pendaftaran PPPK/P3K mesti kita mempersiapkan beberapa dokumen yang dengan format pdf dan foto jpg, 
Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019
Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019
Dokumen-dokumen tersebut di antaranya:
  1. Ijazah (Ukuran Maksimal 700 KB, pdf)
  2. KTP (Ukuran Maksimal 200 KB, jpg)
  3. Pas Foto (Ukuran Maksimal 200 KB, jpg)
  4. Surat penugasan dari Kepala Sekolah/Kepala Dinas yang menyatakan masih aktif yang memuat informasi minimal NUPTK/NIK, nama, tempat dan tanggal lahir, nama sekolah, mata pelajaran yang diampu, Kab/Kota/Provinsi (Ukuran Maksimal 500 KB, pdf)
  5. Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah negeri Kab/Kota/Provinsi sesuai wilayah tempat mengajar dan berdasarkan peta kebutuhan guru saat ini (Ukuran Maksimal 500 KB, pdf)
  6. Transkrip Nilai (Ukuran Maksimal 500 KB, pdf)
Tujuan dipersiapkan terlebih dahulu adalah agar nanti pada saatt anda sedang online untuk mengisi, mengupload dokumen, maka tidak akan menemui kendala dalam mengisi dan atau mengupload dokumen yang dibutuhkannya. Setelah semua sudah siap, maka anda perlu:

Mengunjungi situs laman https://sscndaftar.bkn.go.id/

Pilih menu navigasi pada registrasi, karena anda baru akan melakukan registrasi dengan mengisi beberapa kolom seperti gambar berikut:
Selesaikan sampai dengan muncul menu yang selanjutnya dengan mengisi beberapa data yang dibutuhkan.

Setelah menu yang isian data tersebut selesai, maka siapkan foto berwarna merah dengan format jpg maksimal 200 kb. Ingat foto wajib format jpg, karena selain format tersebut tidak dapat diupload.

Apabila sudah selesai pengisian data-data tersebut, maka klik lanjutkan yang nantinya akan muncul cetak dan lanjutkan proses pendaftaran untuk mendapatkan kartu pendaftaran yang natinya akan dipergunakan untuk selfi dan harus diambil gambarnya pada saat selfi dengan memegang kartu pendaftaran beserta KTP. Lihat gambar:
Keterangan gambar; tangan kiri memegang kartu pendaftaran yang sudah diprintout, dan tangan kanan memegang KTP. Dan gambar tersebut nantinya juga dipergunakan sebagai bukti diupload.

Selesai upload foto selfi maka tinggal klik menu selanjutnya. Maka muncul yang berikut:
Isilah beberapa data/informasi yang dibutuhkan dengan teliti dan hati-hati, jangan sampai ada kotak yang belum terisi, karena dapat fatal semuanya.

Tindakan hampir selesai, maka perlu disiapkan beberapa dokumen yang pelu diupload tersebut; seperti pada keterangan di atas yang terdiri dari 6 (enam) dokumen. Lihat gambar;
Proses tinggal 2 langkah akan segera berakhir dan setelah proses, maka muncullah seperti langkah ke 5; lihat gambar 

Dan langkah yang paling akhir adalah untuk mencetak Kartu Informasi Akun Sistem Seleksi PPPK 2019 sebagai berikut.
Perlu diketahui, bahwa masih terdapat 1 (satu) file yang harus disiapkan yaitu Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah negeri Kab/Kota/Provinsi sesuai wilayah tempat mengajar dan berdasarkan peta kebutuhan guru saat ini (Ukuran Maksimal 500 KB, pdf), namun jangan kuatir karena sudah saya siapkan contoh Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah negeri Kab/Kota/Provinsi sesuai wilayah tempat mengajar dan berdasarkan peta kebutuhan guru saat ini
Link Download: Download di sini
Demikian uraian singkat Langkah Sukses Daftar PPPK/P3K Tahun 2019 semoga anda sukses menjadi peserta pendaftar PPPK tahun 2019.
Mohon maaf atas segala kekurangan.

Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018

Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 - Mengakhiri tahun pelajaran 2017/2018 Pemerintah resmi mengeluarkan Permendikbud nomor 15 tahun 2018 tentang beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini ditanda tangani pada tanggal 23 Mei 2018 dan terdiri dari tiga lampiran.
Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018
Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018
Dengan dikeluarkannya permendikbud ini tidak terlepas dari beban kerja bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah sebagai Aparatur Sipil Negara 37,5 jam per minggu. Dalam permendikbud ini secara rinci diatur beban kerja guru sebanyak 40 jam dalam satu minggu di administrasi pangkal atau Satminkal. Dimana beban kerja tersebut terdiri atas 37,5 jam kerja efektif dan 2,5 jam istirahat. Tidak beda dengan guru, beban kerja kepala sekolah dan pengawas juga sebanyak 40 jam dalam satu minggu di administrasi pangkal. Sekolah diperkenankan untuk menambah jam istirahat, namun tidak boleh mengurangi jam kerja efektif.

A.UMUM 

Guru, Kepala Sekolah Dan Pengawas Sekolah Melaksanakan Beban Kerja Selama 40 Jam Dalam Satu Minggu Pada Satuan Administrasi Pangkal, Yang Terdiri Dari 37,5 Jam Kerja Efektif dan 2,5 Jam Istirahat.

B.GURU MATA PELAJARAN 

Pelaksanaan Pembelajaran Dipenuhi Paling Sedikit 24 Jam Tatap Muka Per Minggu Dan Paling Banyak 40 Jam Tatap Muka Per Minggu.

C.GURU BIMBINGAN DAN KONSELING ( BK ) 

Pelaksanaan Pembimbingan Dipenuhi Dengan Membimbing Paling Sedikit 5 Rombongan Belajar Per Tahun.

D.GURU TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ( TIK ) 

Pelaksanaan Pembimbingan Dipenuhi Dengan Membimbing Paling Sedikit 5 Rombongan Belajar Per Tahun.

E. TUGAS TAMBAHAN

Yang dimaksud guru mendapatkab tugas tambahan dengan kategori jam pelajaran sebagai berikut:

  1. Tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Satuan Pendidikan dengan ekuivalesi 12 Jam Tatap Muka Per Minggu Bagi Guru Mata Pelajaran
  2. Tugas tambahan sebagai Ketua Program Keahlian dengan ekuivalesi 3 Rombongan Belajar Per Tahun Bagi Guru Bimbingan Dan Konseling
  3. Tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan Satuan Pendidikan dengan ekuivalesi 3 Rombongan Belajar Per Tahun Bagi Guru Teknologi Informasi Dan Komunikasi
  4. Tugas tembahan sebagai Kepala Laboratorium, Bengkel, Atau Unit Produksi Satuan Pendidikan, Pembimbing Khusus Pada Satuan Pendidikan Yang Menyelenggarakan Pendidikan Inklusif Atau Pendidikan Terpadu dengan ekuivalesi 6 Jam Tatap Muka Per Minggu Bagi Guru Pendidikan Khusus
  5. Tugas Tambahan Lain Yang Terkait Dengan Pendidikan Di Satuan Pendidikan sebagai berikut:

         a. Wali Kelas dengan ekuivalesi ( 2 JTM )
         b. Pembina OSIS dengan ekuivalesi ( 2 JTM )
         c. Pembina Ekstrakurikuler dengan ekuivalesi ( 2 JTM )
         d. Koordinator PKB / PKG dengan ekuivalesi ( 2 JTM )
         e. Koordinator Bursa Kerja Khusus dengan ekuivalesi (2 JTM)
         f. Guru Piket dengan ekuivalesi (1 JTM)
         g. Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama dengan ekuivalesi (1 JTM)
         h. Penilai Kinerja Guru dengan ekuivalesi (2 JTM)
         i. Pengurus Organisasi Profesi Guru
            a). Nasional dengan ekuivalesi (3 JTM) ;
            b). Provinsi dengan ekuivalesi (2 JTM);
            c). Kabupaten dengan ekuivalesi (1 JTM)

F. KEPALA SEKOLAH 

Beban Kerja Kepala Sekolah Sepenuhnya Untuk Melaksanakan Tugas :

  1. Manajerial 
  2. Pengembangan Kewirausahaan 
  3. Supervisi Kepada Guru Dan Tenaga Kependidikan 

Beban Kerja Kepala Sekolah Sebagaimana Tersebut Di Atas Merupakan Bagian Dari Pemenuhan Beban Kerja Selama 37,5 Jam Kerja Efektif.

Kepala Sekolah Dapat Melaksanakan Tugas Pembelajaran Atau Pembimbingan Apabila Terdapat Guru Yang Tidak Melaksanakan Tugas Pembelajaran Atau Pembimbingan Karena Alasan Tertentu Yang Bersifat Sementara Atau Tetap Atau Belum Tersedia Guru Yang Mengampu Pada Mata Pelajaran Atau Kelas Tertentu.

G. PENGAWAS 

Beban Kerja Pengawas Dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan, Pembimbingan, Dan Pelatihan Profesional Terhadap Guru Dan Kepala Sekolah Di Sekolah Binaannya Ekuivalen Dengan Pelaksanaan Pembelajaran Atau Pembimbingan Atau Pemenuhan Beban Kerja Selama 37,5 Jam Kerja Efektif.

H. PENGECUALIAN 

1. Pemenuhan Paling Sedikit 24 Jam Tatap Muka Per Minggu Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Dikecualikan Bagi :

  • Guru Tidak Dapat Memenuhi Ketentuan Minimal 24 Jam Tatap Muka Per Minggu Berdasarkan Struktrur Kurikulum 
  • Guru Pendidikan Khusus 
  • Guru Pendidikan Layanan Khusus 
  • Guru Pada Sekolah Indonesia Luar Negeri 

2.Pemenuhan pelaksanaan pembimbingan paling sedikit terhadap 5 rombongan belajar per tahun dalam pelaksanaan pembimbingan oleh guru bimbingan dan konseling dapat dikecualikan dalam hal jumlah rombongan belajar dalam satuan pendidikan kurang dari 5 rombongan belajar.

3.Pemenuhan pelaksanaan pembimbingan paling sedikit terhadap 5 rombongan Belajar per tahun dalam pelaksanaan pembimbingan oleh Guru Teknologi Informasi Dan Komunikasi dapat dikecualikan dalam hal jumlah rombongan Belajar dalam satuan pendidikan kurang dari 5 rombongan belajar.

Download Juga:
Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs
KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi
Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019
14 Poin Pokok Kegiatan Ujian MI,MTs, MA Tahun 2019
RPP PAIBP K-2013 Kelas 1,2,3,4,5,6 SD/MI Semester 2
RPP PJOK K13 Kelas 1,2,3,4,5,6 SD/MI Semester 2
RPP Kelas 1 Tema 5,6,7,8 Kurikulum 2013 Edisi Revisi
RPP Kelas 2 SD/MI Semester 2 K13 Revisi Tema 5-6-7-dan 8
RPP Kelas 3 SD/MI Tema 5,6,7,8 K13 Edisi Revisi Terbaru
RPP K13 Revisi Kelas 4 Tema 6-7-8-9 Semester 2
RPP Kelas 5 Tema 6,7,8,9 K13 Edisi Terbaru
RPP Kelas 6 Tema 6,7,8,9 K13 Edisi Terbaru
I. LAIN – LAIN 

  1. Ketentuan beban kerja bagi guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2018 /2019. 
  2. Ketentuan Lebih Lanjut Diatur Dalam Juknis Yang Ditetapkan Oleh Direktur Jenderal Yang Bertanggung Jawab Dalam Pembinaan Guru Dan Tenaga Kependidikan. 
  3. Pada Saat Peraturan Menteri Ini Mulai Berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru Dan Pengawas Satuan Pendidikan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru Dan Pengawas Satuan Pendidikan, Dicabut Dan Dinyatakan Tidak Berlaku. 
Download File:
1. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Ttg Beban Kerja Guru, KS, Pengawas.doc
1. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Ttg Beban Kerja Guru, KS, Pengawas.pdf
2. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 1.doc
2. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 1.pdf
3. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 2.doc
3. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 2.pdf
4. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 3.doc
4. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Lampiran 3.pdf
5. Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018.doc
5. Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018.pdf
Demikian ulasan singkat materi tentang Intisari Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 semoga dengan materi ini dapat menambah wawasan dan gaya tambahan referensi bagi rekan-rekan pendidik

Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs

Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTsBerikut ini kami sampaikan informasi terkait dengan Permendikbud No. 35 Tahun 2018 yang menerangkan tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Jenjang SMP/MTS. Salah satu pertimbangan dikeluarkannya Permendikbud ini adalah bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya pada era digital, perlu menambahkan dan mengintegrasikan muatan informatika pada kompetensi dasar dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs
Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs
Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Terutama pada Pasal I
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 954) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan ayat (7) huruf c Pasal 5 diubah, sehingga Pasal 5 berbunyi sebagai berikut:

Pasal 5

(1) Mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dikelompokkan atas:
a. mata pelajaran umum Kelompok A; dan
b. mata pelajaran umum Kelompok B.

(2) Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar dan penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(3) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.

(4) Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah.

(5) Muatan dan acuan pembelajaran mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (3) bersifat nasional dan dikembangkan oleh Pemerintah dan dapat diperkaya dengan muatan lokal oleh pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan.

(6) Mata pelajaran umum Kelompok A sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti;
b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan;
c. Bahasa Indonesia;
d. Matematika;
e. Ilmu Pengetahuan Alam;
f. Ilmu Pengetahuan Sosial; dan
g. Bahasa Inggris.

(7) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
a. Seni Budaya;
b. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; dan
c. Prakarya dan/atau Informatika.

(8) Mata pelajaran umum Kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.

2. Di antara Pasal 10 dan Pasal 11 disisipkan 1 (satu) Pasal yaitu Pasal 10A sebagai berikut:

Pasal 10A
(1) Pelaksanaan pembelajaran Informatika sebagai mata pelajaran pilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (7) huruf c dilaksanakan mulai tahun ajaran 2019/2020 sesuai dengan kesiapan sekolah.
(2) Ketentuan mengenai pelaksanaan Mata Pelajaran Informatika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

3. Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diubah dengan menambahkan mata pelajaran Informatika dalam mata pelajaran umum Kelompok B pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. Dan Permendikbud nomor 35 Tahun 2018 ini diundangkan dan diberlakukan pada saat diundangkan yaitu tanggal 20 Desember 2018.

Ketentuan penjelasan pada Lapiran I Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 Tentang kurikulum 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Pengertian Kurikulum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.

2. Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

a. Tantangan Internal
Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.

b. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian anakanak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.

c. Penyempurnaan Pola Pikir
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
1) penguatan pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki kompetensi yang sama;
2) penguatan pola pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya);
3) penguatan pola pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4) penguatan pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan pendekatan pembelajaran saintifik);
5) penguatan pola belajar sendiri dan kelompok (berbasis tim);
6) penguatan pembelajaran berbasis multimedia;
7) penguatan pola pembelajaran berbasis klasikal-massal dengan tetap memperhatikan pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
8) penguatan pola pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
9) penguatan pola pembelajaran kritis.

d. Penguatan Tata Kelola Kurikulum
Kurikulum 2013 dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) penguatan tata kerja guru lebih bersifat kolaboratif;
2) penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader); dan
3) penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.

e. Penguatan Materi.
Penguatan materi dilakukan dengan cara pengurangan materi yang tidak relevan serta pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik.

B. Karakteristik Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial, pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
2. menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
4. mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran;
5. mengembangkan kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar. Semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
6. mengembangkan kompetensi dasar berdasar pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

C. Tujuan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

II. KERANGKA DASAR KURIKULUM

A. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.

Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.

Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:

1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.

2. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.

3. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.

4. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik.

Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan umat manusia.

B. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan rancangan dan proses pendidikan dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan nasional. Dewasa ini perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini dimungkinkan karena berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum secara terus menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan perubahan sesuai dengan jamannya. Dengan demikian keluaran pendidikan akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

C. Landasan Psikopedagogis

Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan perwujudan konsepsi pendidikan yang bersumbu pada perkembangan peserta didik beserta konteks kehidupannya sebagaimana dimaknai dalam konsepsi pedagogik transformatif. Konsepsi ini menuntut bahwa kurikulum harus didudukkan sebagai wahana pendewasaan peserta didik sesuai dengan perkembangan psikologisnya dan mendapatkan perlakuan pedagogis sesuai dengan konteks lingkungan dan jamannya. Kebutuhan ini terutama menjadi prioritas dalam merancang kurikulum untuk jenjang pendidikan menengah khususnya SMP. Oleh karena itu implementasi pendidikan di SMP yang selama ini lebih menekankan pada pengetahuan, perlu dikembangkan menjadi kurikulum yang menekankan pada proses pembangunan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik melalui berbagai pendekatan yang mencerdaskan dan mendidik. Penguasaan substansi mata pelajaran tidak lagi ditekankan pada pemahaman konsep yang steril dari kehidupan masyarakat melainkan pembangunan pengetahuan melalui pembelajaran otentik. Dengan demikian kurikulum dan pembelajaran selain mencerminkan muatan pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia, juga mewujudkan proses pembudayaan peserta didik sepanjang hayat.

D. Landasan Teoritis

Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.

Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.

E. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

III. STRUKTUR KURIKULUM

A. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SMP/MTs pada setiap tingkat kelas. Kompetensi inti dirancang untuk setiap kelas. Melalui kompetensi inti, sinkronisasi horisontal berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.

Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang SMP/MTs dapat dilihat pada Tabel berikut. Secara sepihak susunan kompetensi Inti (KI) khususnya pada jenjang SMP/MTs Kelas VII, Kelas VIII, dan Kelas IX menggalami perubahan , meskipun tidak terlihat siknifikan; simak  selanjutnya dalam uraian Kompetensi Inti yang berikut:

Kompetensi Inti (KI) Kurikulum 2013 SMP/MTs Kelas VII sebagai berikut:

KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Inti (KI) Kurikulum 2013 SMP/MTs Kelas VIII sebagai berikut:

KI- 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 Memahami dan Menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Kompetensi Inti (KI) Kurikulum 2013 SMP/MTs Kelas IX sebagai berikut:

KI-1Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI-4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Mata Pelajaran
Struktur Kurikulum SMP/MTs terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A dan mata pelajaran umum kelompok B. Khusus untuk MTs, dapat ditambah dengan mata pelajaran keagamaan yang diatur oleh Kementerian Agama.

Struktur kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut
Keterangan:

  • Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
  • Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
  • Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
  • Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
  • Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 40 (empat puluh) menit.
  • Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
  • Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah, maksimal 2 (dua) jam/minggu.
  • Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
  • Untuk Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika, satuan pendidikan menyelenggarakan salah satu atau kedua mata pelajaran tersebut. Peserta didik dapat memilih salah satu mata pelajaran yaitu Mata Pelajaran Prakarya atau Mata Pelajaran Informatika yang disediakan oleh satuan pendidikan.
  • Dalam hal satuan pendidikan memilih Mata Pelajaran Prakarya, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
  • Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.
  • Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

C. Beban Belajar

Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.

  1. beban belajar di SMP/MTs dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu. Beban belajar satu minggu adalah minimal 38 (tiga puluh delapan) jam pelajaran.
  2. beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester paling sedikit 18 (delapan belas) minggu efektif.
  3. beban belajar di kelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 (delapan belas) minggu efektif.
  4. beban belajar di kelas IX pada semester genap paling sedikit 14(empat belas) minggu efektif.

Beban belajar bagi SMP/MTs yang menyelenggarakan Sistem Kredit Semester (SKS), diatur lebih lanjut dalam Pedoman SKS.

D. Muatan Pembelajaran

Muatan pembelajaran di SMP/MTs yang berbasis pada konsep-konsep terpadu dari berbagai disiplin ilmu untuk tujuan pendidikan adalah Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Pada hakikatnya IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran dalam bentuk integrated sciences dan integrated social studies. Muatan IPA berasal dari disiplin biologi, fisika, dan kimia, sedangkan muatan IPS berasal dari sejarah, ekonomi, geografi, dan sosiologi. Kedua mata pelajaran tersebut merupakan program pendidikan yang berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam.

Tujuan pendidikan IPS menekankan pada pemahaman tentang bangsa, semangat kebangsaan, patriotisme, dan aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan pendidikan IPA menekankan pada pemahaman tentang lingkungan dan alam sekitar beserta kekayaan yang dimilikinya yang perlu dilestarikan dan dijaga dalam perspektif biologi, fisika, dan kimia. Integrasi berbagai konsep dalam Mata Pelajaran IPA dan IPS menggunakan pendekatan trans-disciplinarity di mana batas-batas disiplin ilmu tidak lagi tampak secara tegas dan jelas, karena konsepkonsep disiplin ilmu berbaur dan/atau terkait dengan permasalahanpermasalahan yang dijumpai di sekitarnya. Kondisi tersebut memudahkan pembelajaran IPA dan IPS menjadi pembelajaran yang kontekstual.
Download: KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi 
Pembelajaran IPA diintegrasikan melalui konten biologi, fisika, dan kimia. Pengintegrasian dapat dilakukan dengan cara dihubungkan, yakni pembelajaran dilakukan pada konten bidang tertentu (misalnya fisika), kemudian konten bidang lain yang relevan ikut dibahas. Misalnya saat mempelajari suhu (konten fisika), pembahasannya dikaitkan dengan upaya makhluk hidup berdarah panas mempertahankan suhu tubuh (konten biologi), serta senyawa yang digunakan di dalam sistem AC (konten kimia).
Download juga: Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019
Pembelajaran IPS diintegrasikan melalui konsep ruang, koneksi antar ruang, dan waktu. Ruang adalah tempat di mana manusia beraktivitas, koneksi antar ruang menggambarkan mobilitas manusia antara satu tempat ke tempat lain, dan waktu menggambarkan masa di mana kehidupan manusia itu terjadi.
Download juga: 14 Poin Pokok Kegiatan Ujian MI,MTs, MA Tahun 2019
E. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar dirumuskan untuk mencapai Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan masingmasing mata pelajaran. Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut:
1. kelompok 1 : kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;
2. kelompok 2 : kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;
3. kelompok 3 : kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan
4. kelompok 4 : kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

Baca lebih lengkap setelah download di bawah ini.
Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 Ttg Kurikulum 2013 SMP-MTs.PDF
Demikian uraian materi Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 K2013 SMP/MTs semoga bermanfaat dan mohon maaf apabia ada salah kata.
Sumber utama: jdih.kemdikbud.go.id

Download KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi

Download KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi - Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.
Download KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi
Download KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi 
Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah  keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar  satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa.

Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara  konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar  dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.

Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif.
Download juga: Juknis BOS Tahun 2019
Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).
Download juga: Jadwal Perubahan Ujian madrasah Tahun 2019
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran.

Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme.
Download juga: RPP PAIBP SD/MI Semua Kelas Semester 2
Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif atau pun humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.

  1. KI dan KD Kurikulum 2013 SD-MI.rar
  2. KI dan KD Kurikulum 2013 SMA-MA-SMK-MAK.rar
  3. KI dan KD Kurikulum 2013 SMA-MA.rar
  4. KI dan KD Kurikulum 2013 SMA-SMK.rar
  5. KI dan KD Kurikulum 2013 SMP-MTs.rar
  6. Permendikbud No 20-21-22-23-24 Kurikulum 2013.rar
  7. Permendikbud Nomor 35 Tahun 2018 Ttg Kurikulum 2013 SMP-MTs.PDF
  8. Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 Ttg Kurikulum 2013 SMA-MA.pdf
  9. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Ttg KI-KD Pendidikan Dasar dan Menengah.pdf

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SD/MI untuk setiap mata pelajaran tercantum pada Lampiran 1A s.d. Lampiran 9 yang mencakup: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta Daftar Tema dan Alokasi Waktunya.

Demikian semoga materi Download KI-KD SD,MI,SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK, K13 Revisi yang kami bagikan ini bermanfaat.

Download Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019

Download Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019 - Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler
Download Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019
Download Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019

Pasal 2

Petunjuk teknis BOS Reguler merupakan pedoman bagi pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota dan Sekolah dalam penggunaan dan pertanggungjawaban BOS Reguler.

Pasal 3

BOS Reguler bertujuan untuk membantu biaya operasional penyelenggaraan pendidikan di Sekolah.

Pasal 4

(1) BOS Reguler dialokasikan untuk penyelenggaraan pendidikan di Sekolah.
(2) Besaran alokasi BOS Reguler yang diterima Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dikalikan dengan satuan biaya.
(3) Satuan biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagai berikut:
a. SD sebesar Rp800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;
b. SMP sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;
c. SMA sebesar Rp1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun;
d. SMK sebesar Rp1.600.000,00 (satu juta enam ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun; dan
e. SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB sebesar Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) per 1 (satu) peserta didik setiap 1 (satu) tahun.

Tata cara penggunaan dan pertanggungjawaban BOS Reguler sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Dalam hal ini pada Juknis BOS Reguler lampiran I tentang Tata Cara Penggunaan Dan Pertanggungjawaban Bantuan Operasional Sekolah Reguler

A. Tujuan Umum BOS Reguler
1. Membantu pendanaan biaya operasi dan nonpersonalia Sekolah.
2. Meringankan beban biaya operasi Sekolah bagi peserta didik pada Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
3. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran di Sekolah.


B. Tujuan Khusus BOS Reguler

  1. BOS Reguler pada SD dan SMP bertujuan untuk membebaskan pungutan peserta didik yang orangtua/walinya tidak mampu pada SD dan SMP yang diselenggarakan oleh masyarakat. 
  2. BOS Reguler pada SMA dan SMK bertujuan untuk membebaskan pungutan dan/atau membantu tagihan biaya di SMA dan SMK bagi peserta didik yang orangtua/walinya tidak mampu dalam rangka memperoleh layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu. 
  3. BOS Reguler pada SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB bertujuan untuk: 
a. meningkatkan aksesibilitas belajar bagi peserta didik penyandang disabilitas pada SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB; dan/atau

b. memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi peserta didik penyandang disabilitas yang orangtua/walinya tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu pada SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB baik yang diselenggarakan masyarakat maupun yang diselenggarakan Pemerintah Daerah.

Download juga:
Aplikasi LPJ BOS Format excel Terbaru
Aplikasi PKG-PKKS-PAK-SKP Tahun 2019
Aplikasi KKM k13 SD/MI Revisi Terbaru
Untuk selengkapnya download pada menu di bawah ini:

  1. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Ttg Juknis BOS Reguler Download
  2. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Ttg Juknis BOS Reguler Lampiran I Download
  3. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Ttg Juknis BOS Reguler Lampiran II Download
  4. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 Ttg Juknis BOS Reguler Lampiran I dan II Download
Demikian semoga materi Download Juknis BOS Reguler Terbaru Tahun 2019 dapat bermanfaat

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget