Halloween Costume ideas 2015

Buku Guru SD : Metodologi Belajar Mengajar yang Aktif di Sekolah Dasar -

METODOLOGI BELAJAR MENGAJAR
Sebelum memulai menjelaskan posting kali ini alangkah baiknya kita tengok rangkaian posting sebelimnya tentang Metode Praktis Mengaktifkan Siswa pada Sekolah Dasar - serta hal -hal tentang Pertanyaan Tingkat Rendah dan Tingkat Tinggi - Hal ini tentu saja akan berhubungan dengan materi posting kali ini yang akan kita bahas adalah Metodologi Belajar Mengajar yang Aktif di Sekolah Dasar.

Jangan dianggap posting kali ini hanya merupakan ulasan posting sebelumnya, karena memang antara Metode Belajar Mengajar dan Metodologi Belajar Mengajar sangat erat hubuungannya berkaitan dengan tugas kita sebagai pendidik penerus bangsa. Dan yang perlu diingat adalah kita merupakan tenaga profesional sebagai tugas keseharian kita. Tugas guru tidak hanya mencerdaskan siswa, namun yang paling utama adalah mencetak karakter siswa untuk di masa mendatang, dengan istilah lain guru tidak hanya memberi ilmu pengetahuan, namun juga mental siswa.

Sesuai materi kali ini adalah Metodologi Belajar Mengajar yang Aktif di Sekolah Dasar  di kandung maksud:
Pendekatan belajar aktif telah dirintis secara serius oleh Balitbang Depdiknas sejak tahun 1979 dengan proyek yang dikenal sebagai Proyek Supervisi dan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) Cianjur, Jawa Barat. Hasil-hasil proyek ini kemudian direplikasi di sejumlah daerah dan disebarkan melalui penataran guru ke seluruh Indonesia. Upaya yang dimulai pada tingkat sekolah dasar ini kemudian mendorong penerapan pendekatan belajar aktif di tingkat sekolah menengah. Hasil-hasil upaya ini secara bertahap kemudian diintegrasikan ke dalam Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, dan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004, yang dilanjutkan dengan Standar Isi yang lebih dikenal dengan istilah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006.

Dari segi dokumen, muatan kurikulum yang berlaku saat ini telah memuat gagasan-gagasan belajar aktif untuk menumbuhkembangkan beragam kompetensi dalam diri peserta didik. Pendekatan yang dituntut dalam implementasi kurikulum ini pun adalah pendekatan belajar aktif. Secara umum dapatlah dikatakan bahwa pendekatan ini telah diterapkan pada sejumlah sekolah, namun secara keseluruhan realisasi pendekatan ini belum memenuhi harapan. Karena itu, pendekatan ini perlu didorong dan digalakkan dengan melibatkan berbagai stakeholders, yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas, Tim Pengembang Kurikulum (TPK) provinsi/kabupaten/kota dan pengambil keputusan pada tingkat dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi hingga ke tingkat unit-unit utama pusat.

Upaya ini penting dan strategis guna mendidik peserta didik kita agar mampu berpikir dan bertindak secara kreatif. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah harapan bahwa implementasi pendekatan belajar aktif akan mendorong tumbuhkembangnya kreativitas dan semangat kewirausahaan, sekaligus mendorong cita-cita pendidikan budaya dan karakter bangsa di arena pendidikan di tanah air. Tujuan ini akan berhasil dicapai jika para pendidik menitikberatkan motivasi belajar dalam diri peserta didik.

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang seyogianya diterapkan adalah pendekatan yang memotivasi peserta didik agar dapat belajar bagaimana belajar. Namun, para guru tidak akan mampu melaksanakan tugas seperti yang diharapkan jika mereka tidak dilatih mempraktikkan pendekatan belajar aktif. Sebubungan dengan niat itu, implementasi belajar aktif tidak akan kokoh dan tidak akan mampu bertahan jika tidak diterapkan manajemen berbasis sekolah yang andal. Karena itu, gagasan pendekatan belajar aktif hendaknya selalu dikaitkan dengan pembinaan manajemen berbasis sekolah (MBS).

Buku ini disusun oleh Balitbang Diknas sebagai pedoman yang dapat dipakai untuk membina para guru, kepala sekolah, pengawas dan TPK serta komponen unit utama terkait melalui beragam cara, seperti training of trainers (TOT), penataran, kegiatan KKG dan MGMP, inhouse training (pendampingan), studi banding, dan magang.

Buku ini merupakan salah satu dari beberapa buku yang ditulis mengenai pendekatan belajar aktif, yaitu:
1.      Buku I: Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif 
2.      Buku II: Metodik Umum Pendekatan Belajar Aktif
3.      Buku III A : Peta Kompetensi dan Paket Pelatihan SD
4.      Buku III B : Peta Kompetensi dan Paket Pelatihan SMP
5.      Buku III C : Peta Kompetensi dan Paket Pelatihan SMA

Beragam bentuk pembinaan ini akan efektif jika bertumpu kepada pembinaan pada tingkat akar rumput, pembinaan di tingkat sekolah yang dikenal dengan istilah inhouse training. Melalui strategi inhouse training akan diperoleh guru fasilitator, kepala sekolah, pengawas dan tim pengembang kurikulum (TPK) yang potensial yang mampu berperan sebagai tutor dan fasilitator dalam berbagai bentuk pembinaan tersebut.
Semoga buku ini bermanfaat bagi upaya kita mendinamisasi pelaksanaan pendekatan belajar aktif.

Dari ke lima Buku Panduan di atas belum saya sajikan saat ini, dan yang sudah siap untuk didownload adalah terdiri dari :
  • Halaman Cover 
  • Halaman Kata Pengantar 
  • Halaman Daftar Isi 
  • Halaman Bab I
  • Halaman Bab II
  • Halaman Daftar Pstaka

Dari keseluruhan halaman tersebut telah saya kemas dalam format WinRaRR dan langsung didownload berikut ini:


Demikian semoga sekelumit referensi tentang Metodologi Belajar Mengajar yang Aktif di Sekolah Dasar dapat kita manfaatkan sebagai bahan pengayaan materi yang dikemudian hari dapat kita gunakan sebagai acuan untuk meningkatkan profesional kita sebagai pendidik.







pa eg

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget